5 dosa besar CEO Disney Bob Chapek dalam animasi saat digantikan Bob Iger

Kamis, 24 November 2022, 20:17 - 5 Menit, 38 Detik Membaca

5 dosa besar CEO Disney Bob Chapek dalam animasi saat digantikan Bob Iger

KUTUBUKUKARTUN-Setelah kurang dari setahun pensiun, Bob Iger telah kembali sebagai CEO The Walt Disney Company . Dewan direksi perusahaan juga telah mengumumkan kepergian Bob Chapek yang baru saja diperbarui .

“Saya sangat tersanjung diminta untuk kembali memimpin tim yang luar biasa ini, dengan misi yang jelas berfokus pada keunggulan kreatif untuk menginspirasi generasi melalui penceritaan yang berani dan tak tertandingi,” tulis Iger dalam email malam ini yang ditujukan kepada karyawan.

Setelah menyerahkan tongkat estafet sebagai CEO pada Februari 2020 kepada Chapek – langkah yang mengejutkan saat itu – dan kemudian menjabat sebagai CEO hingga akhir 2021, Iger akan menjabat sebagai CEO untuk kedua kalinya selama dua tahun ke depan, kata perusahaan itu. . Misinya juga akan mencakup mengidentifikasi penerus, sesuatu yang sulit dilakukan Iger saat memimpin pasukan terakhir kali, menunda banyak rencana untuk meninggalkan jabatan selama 15 tahun masa jabatannya, tahap terakhir dari karir 47 tahun di Disney.

“Kami berterima kasih kepada Bob Chapek atas pengabdiannya kepada Disney selama karirnya yang panjang, termasuk memimpin perusahaan melalui tantangan pandemi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dewan telah menyimpulkan bahwa ketika Disney memulai periode transformasi industri yang semakin kompleks, Bob Iger adalah diposisikan secara unik untuk memimpin Perusahaan melalui periode penting ini ,” kata Ketua Susan Arnold .dalam pengumuman resmi, yang datang hanya beberapa minggu setelah laporan pendapatan kuartalan yang lebih keras dari perkiraan dari perusahaan. Saham Disney, yang pernah menjadi hit streaming, baru-baru ini jatuh ke level terendah dalam beberapa tahun setelah para eksekutif memperingatkan tentang pendapatan dan keuntungan yang lemah di tahun mendatang, serta tingginya biaya streaming. Saham perusahaan telah kehilangan sekitar 40% pada tahun 2022 hingga saat ini.

Dalam email kepada karyawan, Iger mengatakan dia berbagi berita tentang kepulangannya “dengan rasa terima kasih dan kerendahan hati yang luar biasa – dan, harus saya akui, sedikit heran . ” Tanpa memberikan perincian tentang perekrutan kembali, yang terjadi sangat cepat di hari terakhir, mantan CEO itu menambahkan bahwa Disney “menempati tempat khusus di hati orang-orang di seluruh dunia karena Anda, dan dedikasi Anda kepada perusahaan ini dan misinya untuk membawa kegembiraan bagi orang-orang melalui kisah-kisah hebat adalah inspirasi bagi saya setiap hari.” Pernyataan itu tidak mengakui Chapek , yang kabarnya memiliki hubungan yang sulit dengan Iger sejak peralihan kekuasaan.

Iger  adalah orang yang mengambil alih dari pendahulunya Michael Eisner dan kemudian memimpin akuisisi Pixar , Marvel , dan Lucasfilm . Kesepakatan M&A paling terkenalnya adalah pembelian mayoritas 21st Century Fox senilai $71,3 miliar pada tahun 2019 .

Di sisi lain, Chapek bergabung dengan Disney pada tahun 1993 setelah menjalankan bisnis periklanan, pindah ke divisi hiburan rumah dan taman perusahaan sebelum mengejutkan sebagian besar industri media dan hiburan dengan mendapatkan anggukan untuk menjadi CEO. Kevin Mayer , yang telah memimpin perencanaan strategis dan kemudian mengawasi upaya streaming perusahaan dan peluncuran sukses Disney + , dipandang sebagai penerus Chapek yang lebih mungkin. Mayer bukan satu-satunya ahli waris yang dikesampingkan. Tom Staggs, yang merupakan salah satu eksekutif puncak dan calon CEO yang sedang menunggu, akhirnya dipecat oleh Iger sebelum penobatannya. (Mayer dan Staggs, yang hubungannya ditempa dalam kebakaran Burbank, sekarang menjalankan Candle Media , sebuah firma investasi yang didukung oleh firma ekuitas swasta Blackstone.)

Saat pandemi COVID-19 melanda seluruh dunia pada tahun 2020, Chapek berhasil menjauhkan Disney dari bencana meskipun taman hiburan, bioskop, dan olahraga langsung ditutup sepenuhnya, perlahan-lahan membangun kepercayaan investor pengawasan. Tahun terakhirnya di kantor lebih sulit. Perusahaan menghadapi pertarungan yang semakin mahal dan sulit di ranah streaming, meskipun Disney+ tetap menjadi mesin pertumbuhan.

Dengan informasi dari Deadline .

Selama Kepemimpinan, Bob Chapek memiliki banyak kontroversial dalam dunia industri animasi disney setelah fans akhirnya menyambut kembali bob chapek sebagai CEO Disney yang lebih peduli soal animasi karena disney adalah rumah animasi pertama di dunia. Apa saja Kontroversinya?

Mematikan studio animasi Blue Sky dan memindahkan mereka ke divisi animasi lain dan memecatnya

Siapa yang tidak ingat dengan berita pertama yang membuat studio animasi yang memproduksi film animasi terkenal dari franchise ice age sampai Spies in Disgues ini. Terpaksa harus di berhentikan sejak film fitur baru mereka pada masa itu tidak laku di box office, dan franchise dari kisah hewan purba ini bakal di kembalikan oleh Disney. tapi jika kembalinya Bob Iger kemungkinan kecil Blue Sky akan bisa beroperasi untuk di buka lagi tapi tidak dengan waktu yang cepat untuk bisa melihat Sequel film animasi The Peanuts hingga Rio 3.

Mengalami konflik dengan Pixar yang mengirimkan 3 film animasi terbaik dan uniknya sebagai Disney plus Original

Kalau orang bilang, bisnis tidak selalu harus di tunggu lama lama. Sama seperti film animasi pixar macam Soul, Pixar Luca sampai Turning red. yang harus di rilis di disney plus dan tidak mendapatkan penghormatan lebih banyak di Bioskop akibat pandemi. Dilansir dari Cartoon brew, Sebelumnya sempat ada cek cok kan antara kepala studio pixar karena mereka tidak menginginkan film ini di rilis di platform nya dengan lebih banyak keuntungan dan bisa di akses mudah di rumah.

Memberhentikan Staf dan Produksi untuk Seri animasinya yang mendatang karena takut musim pertamanya tidak berhasil

Seri animasi Marvel yang mendatang Spider-Man: Sophomore Year yang di umumkan tahun ini di Comic con sempat mengalami buntunya produksi yang tidak di lanjutkan, karena mereka tidak yakin apakah musim pertamanya yang mereka rampung dengan meluarkan banyak budget ini bisa selaku Marvel What if.

Hal ini sempat membuat nama dia turun karena menanggap animasi hanya untuk buat menidurkan anak anak sebagai citra baik walt disney sebagai lahirnya dunia industri animasi pertama

Pemasaran film animasi yang buruk karena isu LGBT ketimbang film musikal nya sebagai Lawan

Sepertinya Strange World juga akan memiliki minim promosi film animasi disney yang baru karena adanya isu lgbt yang mereka tampilkan dan menjadi serangan kedua sejak Lightyear di pixar nya mengalami kehancuran. Strategi pemasaran film mereka ini sebelumnya tidak mereka kuatkan di Encanto apalagi frozen 2.

Ini juga berlaku dengan Disney yang mendungkan untuk mengsahkan undang undang anti tidak boleh mengaku sebagai gay di amerika, padahal karya mereka yang rilis saat ini sedang mencerminkan lgbt yang banyak yang tidak menyukainya seperti di awali dengan Onward.

Akses untuk film animasi terlalu cepat dari bioskop untuk di tarik ke Streaming

Walaupun film animasi Raya and The Last Dragon menjadi film terbaik disney saat ini karena menampilkan tema fantasi dan mitologi asia tenggara. Tetapi disney harus berurusan dengan tim kreatif walt disney animation studio karena memaksa mengirimkan film ini untuk akses di Disney+ lebih cepat tanpa memedulikan keuntungan di Bioskop. Salah satu saksi yang menceritakan ini adalah Janie Lee yang juga terlibat di The Owl House.

Memperpendek kartun The Owl House dan bakal diancam dibatalkan karena tidak cocok dengan merek Disney

Salah satu yang paling membuat fans the owl house kesel tentu saja karena Disney merasa bahwa kartun ini tidak cocok dengan brand mereka dan memangkas beberapa hal yang mengamankan Ip Seri animasi ini sebelum lebih banyak tuntutan dan drama bisa di timbulkan demi menjaga nama mereka. Sebenarnya ini bukan salah Bob chapek, tapi Ceo di Divisi Disney channel atau walt disney televison animation studio atau di singkat Disneytva.

Martini Tini

Martini Tini

Hanya orang yang masih betah sama yang dia buat dan suka

Artikel Terkait