Selected Article

Wow, Semua Versi Ben Ngumpul! / Review Ben 10 Alien X-tinction

Wow, Semua Versi Ben Ngumpul! / Review Ben 10 Alien X-tinction

AnimasiBeritaDubbingEventFilmJadwalKartunReleaseSeri

Sabtu, 9 Oktober 2021, 18:40

Ben 10 Alien X-tinction adalah episode terakhir dari serial animasi Ben 10 versi reboot 2016, yang telah menghibur kita selama kurang lebih 5 tahun, dan termasuk dalam salah satu dari tiga episode spesial yang ada dalam musim penutupan yaitu musim 5. Episode ini tayang di US pada 11 April 2021 lalu, namun di Cartoon Network Indonesia, episode ini baru tayang hari ini (Sabtu, 9 Oktober 2021 pukul 16.00WIB).

Hari-hari saat itu normal ketika keluarga Tennyson tengah berada di sebuah hutan dengan api unggun, dimana tiba-tiba seekor alien misterius muncul di hadapan mereka. Si Alien misteriu ini, dikenal juga dengan Alien X, tiba-tiba mengambil Omnitrix milik Ben dan alien ini tak terkalahkan dan memiliki banyak sekali kekuatan yang tak terhingga alias inifinitif.

Di dimensi lain, Kakek Maximilian (versi masa depannya Kakek Max) kehilangan Rustbucket versi lamanya karena dihancurkan oleh serangan alien misterius dan ia menembus portal ke waktu sekarang (tempat serial Ben 10 versi reboot 2016 tengah berlangsung) dan ia bertemu dengan keluarga Tennyson dan bertemu pula dengan ‘kakek max’ yang saat ini. Ia menjelaskan bahwa alien ini belum diketahui identitasnya dan memiliki banyak omnitrix yang berasal dari hasil curian puluhan Ben dari berbagai dimensi.

Untuk mengalahkan Alien X tersebut, maka keluarga Tennyson memerlukan bantuan dari beberapa versi-versi lain dari Ben Tennyson, dimulai dari Ben Tennyson umur remaja dari serial animasi Ben 10 Alien Force dan Ben 10 Ultimate Alien dengan salah satu dari jenis alien mereka yaitu Chromastone. Kemudian muncul pula Ben Tennyson versi 2005 dan Ben Tennyson versi Omniverse dengan salah satu jenis alien di Omniverse bernama Bloxx. Tak hanya empat ‘Ben Tennyson’ yang ikut membantu, Gwen umur 10 tahun dari versi 2005 juga turut hadir meramaikan Team Tennyson dengan omnitrix yang dikenakannya (diceritakan di salah musim 2 secara non-canon dari Ben 10 Classic 2005).

Kelimanya membentuk tim untuk mengalahkan sang alien misterius yang memiliki kekuatan yang tak bisa dikalahkan hanya dengan satu orang Ben saja. Alien X, menjadi julukan untuk alien misterius tersebut.

Sehingga, episode ini menyajikan lompatan omni-alien antara dimensi yang tiba di dunia Ben Tennyson kami untuk menyerangnya. Segera, Tim Tennyson menemukan bahwa musuh baru yang benar-benar tak terkalahkan ini disebut Alien X, dan telah melawan beberapa versi paralel Ben untuk mengambil Omnitrix mereka, menjadi semakin kuat dalam prosesnya. Untungnya, mereka mendapat bantuan dari kakek Max dari alam semesta alternatif, bersama dengan beberapa Bens dan Gwens dari dimensi lain, memungkinkan mereka untuk membentuk pasukan untuk memerangi ancaman ini dan menyelamatkan Omniverse.

Menjadi Penutup Ben 10 setelah 15 Tahun Mengudara

Spesial berfungsi sebagai penghargaan untuk 15 tahun waralaba, menyatukan versi Ben, Gwen, dan Max saat ini, di samping rendering inkarnasi klasik Ben Tennyson, termasuk seri aslinya, Alien Force, Ultimate Alien, dan Omniverse. Ini juga berisi Gwen 10, yang berasal dari alam semesta alternatif di mana Gwen adalah orang yang menemukan Omnitrix dan bukan Ben. Ini juga memperkenalkan Alien X yang telah lama ditunggu-tunggu, yang di masa lalu adalah alien Ben dan dalam versi ini memenuhi perannya sebagai penjahat.

Alien X-Tinction sendiri menandai akhir dari reboot Ben 10 , disiarkan pertama kali pada tahun 2016. Dalam perjalanannya, film ini menampilkan 5 musim dan 1 film TV, yang dirilis pada Oktober tahun lalu. Musim terakhirnya terdiri dari tiga spesial dari episode sejam: Ben 10.010 dirilis pada bulan April, Ben Gen 10 yang dirilis bulan Mei 2021, dan Alien X-tinction yang telah dirilis sekarang. Serial ini, seperti franchise lainnya, dibuat oleh Man of Action dan diproduksi oleh Cartoon Network Studios.

Sayangnya, Indonesia kurang peka dengan Ben 10

Walau menjadi waralaba serial animasi Cartoon Network yang cukup populer di belahan dunia dan menghasilkan banyak versi serialnya, peminat Ben 10 di Indonesia mungkin hanya sebagian saja dan mungkin kualitas ratingnya yang tidak begitu tinggi.

Kelima serial animasi Ben 10 (Classic 2005, Alien Force, Ultimate Alien, Omniverse & Reboot) tayang di Cartoon Network Indonesia (Asia Tenggara) dan juga tiga stasiun free-to-air televisi Indonesia yaitu Indosiar, Trans TV dan NET. Indosiar menayangkan tiga serial pertama sampai tamat setiap hari minggu siang, disusul dengan Trans TV yang juga memutarkan Omniverse dan Reboot sampai tamat.

Dubber/seiyuunya pun sempat berganti-ganti, dimulai dari Ippie Lubis sebagai Ben Tennyson versi Classic 2005 dan Indosiar, Ian Saybani sebagai Ben Tennyson versi Alien Force dan Omniverse, serta Ippie Lubis yang kembali mengambil perannya juga di versi Reboot 2016 dan Trans TV/NET. Selain itu, komiknya pun sempat diterbitkan pula oleh Elex Media Komputindo dan Cartoon Network Indonesia. Sementara itu, Sri Wulan & Rachmad Ilmanto (versi indosiar) dan Hardi dian anto pernah mengisi suara sebagai Ben lama dan juga baru. Sedangkan Gwen dewasa diisi oleh Purwita Sari dan Jane leysila untuk gwen kecil, dibantu oleh Dadan Stovia sebagai Kevin dewasa dan four arms, bang harry suseno sebagai four arms jahat, serta Jack hamzah dan irfan setiawan sebagai Rusty. Dubbing dilakukan di rumah sulih suara RCTI.

Mungkinkah kedepannya bakal ada kelanjutan dari Ben 10 Reboot 2016?

Sebagaimana dilansir di artikel sebelumnya yang ditulis oleh kutubukukartun, Cartoon Network tidak bisa membiarkan salah satu waralaba yang paling dapat dieksploitasi mati begitu saja. Pada tanggal 29 Juli, Duncan Rouleau , salah satu orang dari Man of Action – tim kreatif Ben 10 – menyatakan di Twitter bahwa tv kabel masih memiliki rencana masa depan dengan seri dan bahwa mereka dapat menerima pengumuman resmi pada akhir tahun ini. Harus diingat bahwa reboot 2016 mengakhiri perjalanannya pada 2021 yang sama dengan total 5 musim dan sebuah film.

Karena masih belum ada informasi lebih lanjut tentang produksi baru dari waralaba ini, di bawah ini saya akan merinci kemungkinan premis yang dapat dilakukan, serta memberikan pendapat (benar-benar subjektif, tentu saja) tentang masalah ini:

Pilihan yang paling mungkin adalah bahwa itu adalah spin-off dari Kevin 11 , yang telah menyebar di Internet selama beberapa tahun berkat orang dalam Steve Hulett , pemilik blog animasi Tomb of the Cartoon Monkey Skeleton , yang menunjukkan bahwa, sejak produksi seri terakhir berakhir, derivasi ini menunggu persetujuan. Logikanya, itu akan fokus pada Kevin dari alam semesta reboot, dan bukan pada karakter aslinya.

Reviewed by Farell Fadillah Nouvaliano / Diulas oleh Farell Fadillah Nouvaliano



Related Article