Selected Article

Peringati Harnaknas 2021, Desa Timun Rilis Serial Animasi Pendeknya

Peringati Harnaknas 2021, Desa Timun Rilis Serial Animasi Pendeknya

AnimasiBonekaDubbingKartunLokalPrasekolahReleaseSeri

Rabu, 4 Agustus 2021, 22:48

KUTUBUKUKARTUN – Indonesia Terkenal dengan Wayang Golek sebagai aset budaya tertua dalam menceritakan sebuah cerita pada jaman dulu, tapi dengan kreatifitas anak bangsa bernama Daud Nugraha, beliau membuat tema wayang golek ini menjadi IP unik sebagai kartun animasi dengan bertemakan prasekolah.

Dalam Ranngka Hari Anak Nasional (Harnaknas) telah kita peringati pada 23 Juli lalu. Oleh karena itu, untuk memeriahkan dan menghibur anak-anak Indonesia, satu lagi serial animasi buatan anak bangsa untuk anak-anak kembali dibuat, bertajuk Desa Timun, yang dirilis melalui kanal YouTube resmi mereka dengan episode perdananya berjudul Bola.

Desa Timun, sesuai dengan judulnya, adalah animasi wayang yang bercerita tentang keseharian dan kelucuan tiga anak kancil: Cila, Cili dan Cilo. Pendiri Desa Timun ialah Daud Nugraha, dimana ia ingin anak-anak Indonesia lebih mengenal wayang sejak dini. Agar lebih menarik, Daud mengombinasikan teknik pewayangan dan animasi dalam sebuah video pendek.

Selain itu, Daud juga menyelesaikan proyek wayang ini di bidang konsep, naskah, desain karakter, storyboard, pendalangan hingga penganimasian. Perannya tak lepas dari pengalamannya yang pernah jadi guru TK sampai menjadi Storyboard Artist di Left Pocket Studio yang berdomisili di Shanghai, China.

Dalam keahliannya di bidang mendalang wayang, Daud dibantu oleh istrinya, Ricca Virria, dan dua anaknya. Syuting berlokasi di apartemen Shanghai, China, tempat ia tinggal.

Turut Di isi suarakan oleh Tisa Julianti, dubber yang banyak berkiprah di serial animasi dan film kartun mancanegara seperti Disney dan Nickelodeon, turut mengisi suara dalam serial animasi pendek kebudayaan Indonesia ini. Tisa berperan sebagai Cila dan Cilo. Sedangkan karakter Cili disuarai oleh anaknya yang berusia 5 tahun, Aira Hariyadi.

Suara musik dari wayang dikerjakan oleh Fauzi Wiriadisastra, seorang komposer, konduktor, dan multi-instrumentalis di Bandung Philharmonic Orchestra. Musik Desa Timun sengaja dibuat lucu ala film kartun. Untuk melestarikan kebudayaan Indonesia, musiknya pun turut dibawakan dengan alat musik tradisional Indonesia seperti gamelan, suling, dan angklung.



Related Article