Mengenang Mark Merlino, Bapak dari Event Furry Dunia

Selasa, 27 Februari 2024, 0:11 - 1 Menit, 17 Detik Membaca

Mengenang Mark Merlino, Bapak dari Event Furry Dunia

KUTUBUKUKARTUN – Dunia industri Furry turut berduka cita. Pada 20 februari lalu, Mark Merlino, wakil pendiri dari Cartoon Fantasy Organization tutup usia, sebagaimana diumumkan langsung oleh Prancing Skilltaire North America aka Furry Fandom.

Sebelum meninggal, almarhum mendiang Mark Merlino sempat dibukakan kampanye galang dana di gofundme semenjak dirawatnya beliau di rumah sakit sejak 23 Desember lalu setelah mengidap penyakit stroke 3 susun, dan juga mengidap kanker stadium 4. Gofundme telah berhasil mendapatkan US$59,009 dalam masa perawatan almarhum.

Merlino yang cukup terkenal sebagai moyang Furry di Amerika Selatan, Cartoon/Fantasy Organization atau CFO. Organisasi ini dikenalnya pada April 2020 di salah satu blog. Disitu ditulis bahwa fandom furry juga dicetus oleh Fred Patten, yang membentuknya di tahun 1977. Patten sendiri sudah meninggal 4 tahun sebelum Mark Merlino.

Selain membentuk furry fandom, almarhum juga turut mengorganisasi Confurence yang digelar tiap tahun oleh CFO.

Turut berduka cita atas wafatnya Mark Merlino, founder Furry Fandom of CFO. Selamat Jalan.

Mengenang Mark Merlino (1952-2024) Sang Bapak Furry

Mark Merlino pertama kali mencetus fandom furry ini dalam salah satu karya mereka yang memutar video langka animasi Jepang yang diimpor untuk dilihat oleh anggota yang beruntung sebelum orang lain, dan film seperti Animalympics yang awalnya disebut binatang lucu dan kemudian menjadi furry. Pada tahun 1989 Mark dan rekannya Rod O’Riley ikut mendirikan konvensi furry pertama, Confurence.

Confurence, yang turut dikenal sebagai balai pertemuan para furry, menjadi ide menarik Mark Merlino kala itu. Sebab, visi mereka adalah pengaruh dari Star Trek dan Star Wars, dimana ada karakter furry juga disana. Hewan berbulu yang awalnya hanya pemandangan biasa, kemudian berubah menjadi sesuatu yang bisa dimainkan peran atau roleplay, yang kemudian disebut oleh mendiang Mark sebagai para ‘fursona’.

Artikel Terkait