Review Si juki anak kosan: Daripada di kosan terus karena Covid, Mending nonton Si Juki Anak Kosan.

Sabtu, 6 Februari 2021, 20:28 - 2 Menit, 43 Detik Membaca

Review Si juki anak kosan: Daripada di kosan terus karena Covid, Mending nonton Si Juki Anak Kosan.

“Tenang, Ada si Juki yang akan menghibur kita semua”. ujar juki dengan ciri suaranya yang khas. Ketika anda sudah bosan dengan Tayangan tv Indonesia yang banyak sekali sampahnya, mulai dari sinetron, acara tidak jelas dan masih banyak lagi tapi

bukan lagu ini, kelihatan tua sekali refrensinya yang menulis review.

Si juki anak kosan adalah seri kartun yang di kembangkan oleh Faza Meonk Selaku Kreator dan Darly Wilson sebagai Sutradara animasi di adaptasi dari komik Si Juki: lika-liku anak kos! di rilis di webtoon buatan pionicon terbitan tahun 2016, ini adalah salah satu animasi pertama yang di kembangkan oleh Falcon Pictures untuk Disney+ Hotstar indonesia yang di animasikan oleh studio animasi Kumata Studios.

Opening soundtrack yang hip hop dan catchy ini dinyanyikan oleh willy winarko

Ceritanya tentang Juki, Boy, Bedu, Soni, Joko Dan Toni tinggal di bawah satu atap di rumah anak kosan yang di kepalai oleh Mbok Jum sebagai pemilik rumah kosan. dalam kesehariannya, si juki adalah seorang mahasiswa yang banyak akal yang bisa menemukan jawaban ketika teman temannya mengalami kesulitan seperti halnya anak kontrakan yang mengadu nasib tinggal di ibukota jakarta misalnya percintaan, uang kuliah, gak punya uang ke warteg hingga membasmi kegalauan. Di awal episode juki membangun sebuah klub yang di namakan Himatiga (Himpunan anti galau) dan berakhir di episode membasmi galau dengan galau buster.

Si juki anak kosan menampilkan banyak sekali refrensi budaya populer yang melekat di indonesia, Seperti SI juki melawan jawara Kerokan atau si juki mengembalikan banjir yang di idamkan para warga. berbeda dengan adaptasi komiknya, Seri animasi indonesia saat ini hanya menampilkan 13 episode saja, kecuali semua komiknya di animasikan dalam 50 chapter.

Kelebihan dari seri animasi ini banyak sekali seperti lagu pembuka nya di bangun dengan cara seperti anak mudah, lagunya di gambarkan mirip dengan lagu saykoji berjudul Online tentang mahasiswa yang bangun pagi dan bingung ngapain, begitu juga dengan soundtracknya yang semangat dan ceria dan cerita yang di kemas dengan absurd.

Kekurangannya terletak di audio suara yang di lakukan, sepertinya pengambilan suara si juki ini di lakukan secara terpisah dan bukannya studio karena pandemi, Dan mirisnya seri kartun ini masih kurangnya promosi untuk gencar menonton ini di disney plus, mungkin ini juga alasan kenapa animasi terbatas ini tidak tayang di tv lokal.

Sebagai gantinya Darly Wilson sang sutradara lebih banyak mengambil posisi sebagai pengisi suara tambahan bahkan uniknya Sakrapee Meebundit selaku yang mendistribusikan si juki ke thailand juga terlibat di seri ini di episode 6 ketika juki mau mengalahkan orang thailand. sayangnya faza meong selaku kreator jarang sekali terlibat sebagai pengisi suara di seri ini ketimbang filmnya, semoga kita bisa dapat kabar tentang season 2 nya jika disney plus sudah tersedia di seluruh asia tenggara dan mereka menonton seri kartun ini.

Di lansir dari Liputan 6.com Sequel dari film animasinya masih berlanjut dan di jadwalkan tayang di bioskop.

Jika di bandingkan dengan J Town yang sekarang sudah milik Net tv yang mirip seperti Family Guy atau The Simpsons, Kartun ini lebih cocok mirip dibandingkan dengan Regular show dan Close Enough buatan J.Q Quintel, karena sama menggambarkan tentang masa kuliah namun berbeda budaya. Season 2 mungkin bakal terjadi tapi tidak mudah karena proses animasi seri ini sudah di lakukan sejak awal 2020 lalu karena merilis 1 episode animasi berjumlah 12 menit tidaklah muda, apalagi dengan proses animasi yang bagus.

Martini Tini

Martini Tini

Hanya orang yang masih betah sama yang dia buat dan suka

Artikel Terkait

Comic Frontier 17